Hai gais, dapet tugas lagi nih buat
nulis blog. Katanya sih tentang “Membangun Impian dan Cita-cita Menuju Masa
Depan di Dalam Dunia yang Berbeda”. Tenang gais maksudnya “Dunia yang Berbeda”
itu bukan dunia astral ya, maksudnya dunia yang sudah berubah karena ada
pandemi Covid-19 belakangan ini. Bingung sih harus mulai dari mana karena dulu
saya pikir impian dan cita-cita itu hanya sebatas profesi seperti mau jadi
dokter, pramugari, tour guide, bahkan saya pernah punya cita-cita mau jadi
pawang hewan buas seperti singa dan harimau. Padahal impian dan cita-cita itu
konteks yang sangat luas.
Sebenarnya dengan adanya pandemi ini
tidak banyak merubah cara saya dalam membangun impian, karena sebenarnya saya
tidak punya cara khusus seperti kebanyakan orang. Saya tipe orang yang
mengikuti alur saja, karena bagi saya lebih baik jika saya bisa beradaptasi
dengan berbagai keadaan dan tantangan. Kalau ditanya “sekarang kamu punya impian
atau cita-cita tidak?”, pastinya punya dan pasti ingin juga terwujud tapi saya
bukan juga tipe orang yang terfokus pada satu hal yang saya inginkan. Bukan berarti
saya pasrah, saya juga tetap berusaha tapi saya yakin Sang Pencipta pasti sudah
menyiapkan yang terbaik. Selalu ada hikmah dibalik sesuatu kan? Termasuk keberhasilan,
kegagalan, dan juga pandemi saat ini contohnya.
Untuk saat ini impian saya adalah
bisa membanggakan kedua orang tua saya. Kalau untuk pekerjaan impian saya, menurut
saya apapun pekerjaan itu selagi itu baik dan juga bila saya ikhlas dan senang
mengerjakannya menurut saya itu bukan masalah. Untuk sekarang usaha yang saya
lakukan untuk menggapai impian saya hanya belajar seperti pelajar kebanyakan,
belum ada langkah besar yang saya ambil untuk menggapai impian saya karena
jujur saya pun bingung, seperti yang saya katakan tadi saya lebih melilih untuk
mengikuti alurnya saja, mungkin kedepannya saya akan menemukan langkah yang tepat.
Membangun Impian dan Cita-cita
Menuju Masa Depan di Dalam Dunia yang Berbeda, yang ada dipikiran saya saat
membaca kalimat tersebut hanya terus berusaha, berdoa, dan jangan lupa beserah
diri. Karena dengan adanya perubahan ini bukan berarti itu batasan untuk kita
menggapai impian. Namun perlu diingat, Jika kita gagal padahal kita sudah
melakukan semua yang kita bisa, kita hanya perlu percaya bahwa Sang pencipta
telah menyiapkan jalan lain yang lebih indah untuk kita, dan jadikan kegagalan
itu sebagai pelajaran untuk kedepannya. Ikuti saja alurnya, jangan lupa
bersyukur, dan tetap berpikir positif.
Kebahagiaan
itu tergantung dirimu sendiri. kalau kebahagiaan aku sih kamu, aww malu banget
-hwaitingggggggg-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar