Kamis, 16 Juli 2020

Impian di Dunia yang Berbeda?


            Hai gais, dapet tugas lagi nih buat nulis blog. Katanya sih tentang “Membangun Impian dan Cita-cita Menuju Masa Depan di Dalam Dunia yang Berbeda”. Tenang gais maksudnya “Dunia yang Berbeda” itu bukan dunia astral ya, maksudnya dunia yang sudah berubah karena ada pandemi Covid-19 belakangan ini. Bingung sih harus mulai dari mana karena dulu saya pikir impian dan cita-cita itu hanya sebatas profesi seperti mau jadi dokter, pramugari, tour guide, bahkan saya pernah punya cita-cita mau jadi pawang hewan buas seperti singa dan harimau. Padahal impian dan cita-cita itu konteks yang sangat luas. 

            Sebenarnya dengan adanya pandemi ini tidak banyak merubah cara saya dalam membangun impian, karena sebenarnya saya tidak punya cara khusus seperti kebanyakan orang. Saya tipe orang yang mengikuti alur saja, karena bagi saya lebih baik jika saya bisa beradaptasi dengan berbagai keadaan dan tantangan. Kalau ditanya “sekarang kamu punya impian atau cita-cita tidak?”, pastinya punya dan pasti ingin juga terwujud tapi saya bukan juga tipe orang yang terfokus pada satu hal yang saya inginkan. Bukan berarti saya pasrah, saya juga tetap berusaha tapi saya yakin Sang Pencipta pasti sudah menyiapkan yang terbaik. Selalu ada hikmah dibalik sesuatu kan? Termasuk keberhasilan, kegagalan, dan juga pandemi saat ini contohnya. 

            Untuk saat ini impian saya adalah bisa membanggakan kedua orang tua saya. Kalau untuk pekerjaan impian saya, menurut saya apapun pekerjaan itu selagi itu baik dan juga bila saya ikhlas dan senang mengerjakannya menurut saya itu bukan masalah. Untuk sekarang usaha yang saya lakukan untuk menggapai impian saya hanya belajar seperti pelajar kebanyakan, belum ada langkah besar yang saya ambil untuk menggapai impian saya karena jujur saya pun bingung, seperti yang saya katakan tadi saya lebih melilih untuk mengikuti alurnya saja, mungkin kedepannya saya akan menemukan langkah yang tepat.

            Membangun Impian dan Cita-cita Menuju Masa Depan di Dalam Dunia yang Berbeda, yang ada dipikiran saya saat membaca kalimat tersebut hanya terus berusaha, berdoa, dan jangan lupa beserah diri. Karena dengan adanya perubahan ini bukan berarti itu batasan untuk kita menggapai impian. Namun perlu diingat, Jika kita gagal padahal kita sudah melakukan semua yang kita bisa, kita hanya perlu percaya bahwa Sang pencipta telah menyiapkan jalan lain yang lebih indah untuk kita, dan jadikan kegagalan itu sebagai pelajaran untuk kedepannya. Ikuti saja alurnya, jangan lupa bersyukur, dan tetap berpikir positif.

Kebahagiaan itu tergantung dirimu sendiri. kalau kebahagiaan aku sih kamu, aww malu banget 

-hwaitingggggggg-




Tidak ada komentar:

Posting Komentar